Informasi Lifestyle Travel

Sifat Yang Harus Dihilangkan Jika Ingin Menjadi Pendaki Gunung

Buyavana – Naik gunung saat ini jadi tren banyak traveler. Namun banyak yang tidak peduli dengan sikap mereka saat naik gunung. berikut Sifat Yang Harus Dihilangkan Jika Ingin Menjadi Pendaki Gunung :

1. Senang mengeluh

Mendaki gunung tak hanya sekadar sampai di puncaknya, tapi juga termasuk perjuangan menuju ke sana. Jangan hanya ingin berpose di puncak gunung, namun sering mengeluh di sepanjang perjalanan.

Keluhan itu takkan membuat rute lebih pendek. Yang ada, keluhan hanya membuat teman perjalanan merasa sebal dan gerah. Karena sudah lelah, masih harus ditambah mendengarkan aneka keluhan keluar dari mulut mereka.

Tak heran jika banyak yang tak mau dekat-dekat dengan si rajin mengeluh. Daripada perjalanan makin lelah, lebih baik berjauhan dari mereka yang gemar mengeluh.

2. Senang menyakiti tanaman

Ada saja pendaki yang masih senang menyakiti tanaman. Entah itu memetik bunga, atau sembarangan menarik daun tanpa alasan yang jelas.

Sungguh bertentangan dengan julukan mereka yaitu pecinta alam. Menarik daun tanpa alasan, meski hanya satu, tetap saja menyakiti tanaman dan merusak alam.

Yang seperti ini sering membuat pendaki lain naik pitam. Seringnya, mereka akan menyepelekan imbauan yang sudah diberikan teman seperjalanannya. Waduh!

3. Buang sampah sembarangan

Ini yang paling sering dilakukan para pendaki dadakan. Mereka seakan menganggap sepanjang jalan di gunung adalah tempat sampah umum.

Setelah makan, sampah dibuang di tepian jalan setapak. Atau jika tak mau terlihat, mereka rela menggali tanah dan menguburkannya di dalam tanah.

Sadarkah, ini tindakan yang menyakiti alam. Gunung akan semakin rusak, tidak ada keindahan yang tersisa. Jika mendaki gunung hanya demi kesenangan, lebih baik tak usah berangkat ke puncak.

4. Sombong

Setelah mendaki banyak gunung, mereka dengan sombongnya menceritakan kisahnya sudah ke gunung mana saja. Tidak ada yang menyenangkan dari hal seperti itu.

Tak ada yang akan senang mendengar cerita sombong pendaki yang seperti itu. Karena sejatinya, mendaki gunung bukan mengenai berapa banyak gunung, namun berapa banyaknya kamu bersyukur bisa menikmati keindahan alamnya.

5. Tak mau membantu sesama tim

Ada yang ketinggalan barang, ada yang fisiknya tak kuat. Biasanya, para pendaki adalah orang yang paling setia pada kelompoknya.

Jika terjadi sesuatu pada anggota kelompoknya, mereka akan melakukan apa saja demi menjaga orang yang sedang kesusahan tersebut. Nah, yang menyebalkan adalah ia yang egois.

Orang seperti ini seakan tak peduli dengan apa yang terjadi dengan timnya. Ada yang memilih berjalan lebih dulu, ada juga yang memutuskan tak mau meminjamkan barang yang dibutuhkan.

Pendaki yang seperti ini pasti tak akan mendapat teman mendaki di kemudian hari. Kecuali mereka akan mendaki dengan orang yang sama-sama egois.