Bisnis Informasi Keuangan

Siapa Bilang Non-Pegawai Sulit Apply Kartu Kredit

Buyavana – Ada yang bilang lebih mudah bagi karyawan di sebuah perusahaan atau institusi pemerintahan untuk apply kartu kredit. Hal tersebut memang tidak bisa dipungkiri. Namun, karena perkembangan saat ini dengan berbagai perubahan yang ada, justru bank memberikan perhatian bagi non-pegawai.

Mengapa demikian? Tentu ada hitung-hitunganya. Yang pasti, bagi Anda yang bukan pegawai, Anda tidak perlu ragu untuk mendaftar kartu kredit.

Perhatian Bank Untuk Non-Pegawai

Dulu sekali, kartu kredit hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pendapatan yang tinggi. Pihak perbankan tentu punya alasan sendiri. Mereka yang punya penghasilan tinggi cenderung lebih mudah untuk mengangsur. Risiko kredit macet sangat rendah.

Lebih dari itu, penghitungan risiko juga lebih mudah untuk para pegawai. Itulah mengapa pada waktu itu yang lebih diprioritaskan adalah pegawai, bukan non-pegawai. Hingga akhirnya non-pegawai merasa sulit untuk apply kartu kredit.

Namun, lihat kenyataannya. Banyak juga pegawai yang gajinya tinggi ternyata mengalami kredit macet. Hingga akhirnya perbankan menarik sebuah kesimpulan bahwa belum tentu orang yang bekerja di sebuah perusahaan besar dengan gaji yang tinggi pasti bisa mampu mengangsur cicilan secara teratur. Itu bukan faktor penentu utama.

Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa perbankan juga mulai memperhatikan non-pegawai. Bahkan, seolah-olah tidak ada bedanya antara pegawai dan non-pegawai. Hal ini disebabkan bank punya banyak pertimbangan untuk menyetujui pengajuan kartu kredit, tidak hanya berdasarkan apakah applicant bekerja sebagai pegawai atau tidak.

Dan tentu ada alasan lainnya.

1. Profit

Bagaimanapun juga, bank butuh profit. Jika dulu profit didapatkan dari kredit konvensional, sekarang tidak lagi. Bank lebih mendorong masyarakat untuk mengambil kartu kredit. Dan ini jelas terasa ketika bank memberikan berbagai layanan dan juga syarat yang semakin dipermudah

Jika ini tujuannya, maka salah besar jika bank hanya membidik pegawai. Apalagi sekarang ini generasi muda tidak terlalu suka menjadi pegawai. Sekarang ini eranya menjadi pengusaha. Banyak anak-anak muda yang resign dan mendirikan usaha serta perusahaan sendiri. Jika bank tetap kekeuh untuk membidik pegawai, mustahil mereka mendapatkan profit yang tinggi.

2. Dorongan Pemerintah

Sekarang ini, pemerintah mendorong masyarakat untuk menggunakan cashless. Tentu kartu kredit bukan satu-satunya cara untuk bisa bertransaksi secara cashless. Mereka bisa menggunakan kartu debit.

Akan tetapi, ada satu pemahaman yang diterima langsung oleh masyarakat. Mereka merasa lebih mudah untuk transaksi secara cashless. Dan mereka yang sudah terbiasa menggunakan kartu debit, mereka lebih mudah untuk menerima kartu kredit. Apalagi mereka sudah mengetahui kelebihan kartu kredit seperti cicilan sekarang lebih ringan, poin reward yang didapatkan di setiap transaksi, serta diskon yang ditawarkan toko-toko.

Di sinilah masyarakat mulai terdorong untuk segera daftar kartu kredit. Maka dari itu, untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, bank akan lebih jor-joran untuk memasarkan kartu kredit, bukan yang lain.

3. Perubahan Zaman

Dulu, kartu kredit seolah-olah yang digunakan untuk orang-orang kaya saja. Sekarang tidak. Kartu kredit seolah-olah menjadi sebuah kebutuhan.

Masyarakat sudah tidak lagi khawatir dengan belanja online. Dan banyak ecommerce yang menawarkan pembayaran dengan kartu kredit dengan layanan menarik seperti diskon besar-besaran.

Sementara itu, tidak sedikit juga anak muda yang punya pekerjaan atau usaha yang memerlukan kartu kredit. Mereka membeli barang dari luar negeri kemudian dijual di dalam negeri. Otomatis mereka membutuhkan kartu kredit.

Belum lagi tingginya minat orang Indonesia berlibur ke luar negeri, terutama generasi milenial. Generasi ini tidak terlalu sibuk untuk mengejar materi seperti mobil, rumah mewah, dan lain sebagainya. Mereka lebih suka untuk berburu experience seperti berlibur ke luar negeri. Itulah mengapa bisa saja generasi milenial pergi ke luar negeri lebih dari satu kali dalam satu tahun.

Apakah itu artinya mereka sudah sangat kaya di usia muda? Bisa jadi. Tapi, belum tentu juga. Yang pasti, mereka pandai dalam memanfaatkan layanan dari bank. Contohnya saja adanya HSBC Visa Signature Indonesia yang memang dibuat untuk pecinta traveling agar mereka bisa lebih leluasa menemukan pengalaman baru di berbagai belahan dunia.

Nah, jelas kan sekarang mengapa bank tidak hanya membidik pasar pegawai?

Apply Kartu Kredit untuk Non-Pegawai Agar Cepat Disetujui

Untuk Anda yang bukan pegawai, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika mendaftar kartu kredit.

1. Isi Dengan Jujur

Anda harus tahu bank punya analis kartu kredit, Tugasnya tidak hanya untuk memastikan apakah pendapatan Anda cukup untuk mencicil tagihan setiap bulan. Selain itu, mereka juga bertugas untuk memastikan Anda mengisikan data secara benar.

2. Jaminan

Karena Anda tidak punya slip gaji bulanan yang bisa dijadikan pertimbangan bagi bank untuk menerima pengajuan kartu kredit, Anda bisa gunakan jaminan. Contohnya saja tabungan deposito.

3. Memilih Bank

Ini juga tak kalah penting. Pada dasarnya, bank yang akhirnya memberikan kartu kredit kepada Anda itu artinya pihak bank punya kepercayaan kepada Anda.

Lalu, bagaimana cara agar bank percaya? Salah satunya dengan menabung di bank tersebut. Jika Anda sudah lama menjadi nasabah di bank tersebut, Anda bisa dengan sangat mudah mendapatkan kartu kredit.

Tunggu apalagi? Sekarang juga Anda bisa apply kartu kredit secara online. Akan tetapi, sebaiknya Anda pelajari dulu jenis kartu kredit yang ditawarkan bank. Pilih kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.