Lifestyle Otomotif

Jangan Sampai Telat, Simak Tanda Van Belt Matic Mencapai Batas Usia

Buyavana – Sebagai pengguna motor matic, tentu anda perlu memperhatikan setiap mesin di dalamnya. Mulai dari kondisi dari aki, oli, dan yang terpenting adalah van belt. V – belt adalah komponen motor matic terpenting, yang  berfungsi layaknyarantai pada motor kopling.

Komponen ini pun memiliki batas pemakaian, ketika mencapai batasnya maka kita harus mengganti V-Betlt. Namun, bagaimana cara mengetahui Van Belt Matic mencapai batas ?

Cara Mengetahui Kondisi Van Belt

Van Belt Matic

1. Motor Tidak Bertenaga

Jika kendaraan matic anda terasa seperti ngempos, atau tidak bertenaga mungkin hal ini dipengaruhi oleh kondisi dari van-belt. Van Belt atau yang juga disebut dengan V-belt, sangat mempengaruhi laju kendaraan motor matic anda. Maka apabila tarikan pada motor matic anda mulai tidak maksimal, segera ganti v-belt secepatnya.

Sebagai pemilik dan pengguna dari motor matic, tentu anda mengetahui seiap perubahan yang terjadi pada kendaraan anda. Jangan menunda jika dirasa motor yang tadinya bisa melaju kencang, kini berubah seperti tidak ada tarikan.

Beberapa kasus lainnya pun mengatakan, motor akan mendadak menjadi berat ketika ditarik gasnya.

Mengutip artikel harapanrakyat.com, jika terus dipaksakan maka bisa jadi van belt matic anda akan putus. Jika sudah begini maka berapa kalipun anda mencoba untuk menyalakan kendaraan, hal tersebut tidak akan berhasil.

Van  Belt pada motor matic, sama halnya dengan rantai pada motor kopling. Sehingga jika rantai tersebut putus atau terlepas, pasti tidak dapat menyalakan mesin motor.

2. Cek Kondisi

Berbeda dengan rantai motor kopling yang terbuat dari besi, V-belt adalah sabuk penggerak yang menggunakan bahan karet. Fungsi dari v-belt adalah sebagai penggerak roda, bagian belakang dari motor matic.

Untuk posisinya sendiri, sabuk ini berada di dalam CVT. Sehingga untuk melihat dan menggantinya, anda herus membongkar motor terlebih dahulu.

Jika para motor kopling kita dapat langsung melihat kondisi dari rantai, maka tidak dengan motor matic. V-belt ini tertutup oleh cover CVT, sehingga pemiliki motor matic harus mengecek kondisi motor secara rutin. Jika tidak rutin mengecek V-belt, maka bisa jadi sabuk penggerak ini putus di tengah jalan.

Untuk mengecek kondisi dari V-belt memang tidaklah mudah, hal ini karena anda harus membongkar CVT terlebih dahulu. Namun dengan mengetahui cara pembongkaran, dapat dimanfaatkan di kemudian hari.

Setelah berhasil membuka cover dari CVT, maka lihat pada bagian lekukannya.  Apabila lekukan V-belt berbentuk “V”,  maka bisa dipastikan jika sabuk penggerak tersebut harus diganti.

Selain bentuk dari V-belt, anda juga bisa melihat dari geriginya. Jika gerigi pada Van Belt sudah tidak bagus, pastinya harus segera dilakukan penggantian. Hal ini karena V-belt yang sudah dalam kondisi tidak bagu, sangat rentan dengan pemutusan yang tiba-tiba. Lihat pada seluruh bagian V-belt, apakah ada yang retak atau tidak.

3. Perhatikan kilometer Matic

Satu lagi hal yang perlu dilihat untuk mengetahui kondisi dari Van Belt matic adalah,  dengan melihat kilometer motor. Beberapa orang mungkin sangat jarang memperhatikan bagian kilometer pada spidometer, sedangkan usia dari V-belt dapat dengan mudah dilihat dari kilometer pada spidometer motor.

Meskipun setiap motor memiliki masa pemakaian V-belt yang berbeda-beda, namun seluruh kondisi dan usia V-belt tergantung dari pemakaian matic itu sendiri. Idealnya, masa pemakaian dari van belt adalah setelah digunakan maksimal 15 ribu km. Jika melebihi dari 15 km, umumnya v-belt akan mengalami beberapa masalah.

Masalah tersebut mulai dari keretakkan pada sabuk penggerak, hingga penipisan yang membuatnya tidak pantas untuk digunakan kembali.

Sesuai dengan fungsinya, Van Belt matic digunakan untuk menggerakkan roda pada bagian belakang. Apabila sabuk penggerak ini rusak, maka ketika kita menyalakan motor rasanya seperti mesin mengalami kebocoran dan susah untuk dinyalakan.

Jika kalian sering menggunakan motor matic, maka perhatikan pula kilometer yang ada pada spidometer. Sesungguhnya seluruh informasi yang tertera pada spidometer, menunjukkan kondisi dan kesehatan dari motot matic.

Jika kilometer pada spidometer ini telah mencapai lebih dari 15 km, pastikan untuk melakukan cek kepada V-belt dan menggantinya jika terlihat retakan.

Motor matic memang mulai meruak, di kalangan masyarakat Indonesia. Selain praktis, motor matic juga sangat mudah untuk dikendarai. Hal ini karena kita tidak perlu lagi mengingat masalah kopling, serta aturan penggantian koplingnya.

Namun, memelihara motor matic tidaklah mudah. Mulai dari mesin hingga komponen seperti V-belt, harus selalu rutin untuk di cek agar tidak putus di tengah jalan.